“ Kalian semua sekarang adalah Mahasiswa !! Mahasiswa bukan siswa ,,, ingat itu ,, Apakah kalian tau di tubuh kalian sekarang menempel beberapa jasa orang – orang yang ada di sekitar kalian ,,, kalian tau siapa mereka ??!!! bukan hanya orang tua kalian tapi adapula jasa rakyat – rakyat ,,, petani miskin ,, Nelayan – nelayan kelaparan ,, karyawan – karyawan sensara teranjam di PHK ,, dan kalian tau bagaimana mereka menghabisakan waktunya dalam sehari sementara kalian duduk nyaman di fakultas itu bersenandung ria sambil menikmati pelajaran , ,, mereka semua yang telah berjasa kepadamu harus rela membanting tulang untuk bertarung melawan kemiskinan kelaparan yang senang tiasa mencengkik urat leher mereka ,, apakah kalian tau itu !!!??? “ ,,,,, suara serak semambai itu memenuhi kelas BM 101 tempat biasa kami belajar ,,, disini di ruangan ini yang bisanya selalu penuh dengan suara sekarang seakan hilang termakan sunyi karena kehadirannya ,,, disini diruangan ini yang dimana AC telah menempel di dinding bahkan tak mampu mendinginkan hati kami yang sekarang berkobar karena ucapannya ,,,, dan setiap mata yang kami punya tak perna terlewat dari sosoknya ,,, Cuma dia yang terfokuskan hari itu ,,, Cuma dia ,,,, seorang pria santai , berpakaian hitam , tak ada yang menonjol dari penampilannya hari ini namun entah kenapa dia membua hati kami beergetar hari itu,,,,ITULAH KATA - KATA yang keluar dari salah satu senior kami ,,, sudah 2 hari kami mengikuti Masa bimbingan Mahasiswa ( Mabim ) yang di canangkan kepada kami untuk mengikutinya ,, ya kami ,,, kami Mahasiswa baru atau lebih akrab di paggil “ MABA “ ,,,,
Tapi sebelum lebih jauh Let me introduce my self ,,, Perkenalkan nama ku Putra salah seorang MABA di salah satu Universitas di Makassar ,,,, saya seperti pria pada umumnya punya 2 telinga , 2 mata dan 1 hidung noting special kecuali impian dan cinta ku ,,,, kenapa ?? silahkan simak sendiri salah satu dari banyaknya kisah hidup ku ,,,,
“ Para Maba , kalian semua punya jalan untuk memilih apakah kalian hanya ingin menjadi Mahasiswa Akademik yang hanya mementingkan nilai A atau kalian ingin menjadi seorang Mahasiswa Organisator yang berusaha membela kaum tertindas dengan mengatas namakan kebenaran atau kalian ingin memilih ke dua – duanya ,,, itu terserah kalian pilihan ada di tangan kalian tapi ingatlah sobat di tubuh kalian ,,,,di pundak kalian ,,, di kaki kalian menempel jasa – jasa kaum – kaum lemah yang membutuhkan teriakan keadilan kalian ,,, teriakan kemerdekaan kalian ,,, dan pastinya jasa harus di balas dengan jasa ,, marilah kalian sekarang berdiri menggunakan terikan kalian bahwa mereka butuuuuuhhhhh kadilan !!! “ Kembali suara khas ka’ dajju mengiang di telinga ku ,,, ku terbangun dari lamunan ku ,,, lamunan kejadian 8 hari yang lalu ketika MABIM ,,,, khhhuuufttt ,,,,badan ku hari ini terasa berbeda ,,, cape’ sekali ternyata ke hidupan Mahasiswa itu sangat jauh lebih keras dari pikiran ku ,, di samping semua sekarang harus di handle oleh diri sendiri karena jauh dari orang tua di samping itu tugas – tugas yang cukup terbilang berat ,,,, dan alhasil membuat ku harus menelungkupkan kepala kemeja baku tempat duduk ku sekrang terduduk lesu di BM 102 ,,,,Namun seketika suara halus pelan menyejukkan terdengar di telinga ku ,,, tampa ku buka mata ku yang ku biarkan tertutup tadi karena lesu sudah sangat bisa ku kenali perempuan ini ,,,,, dan tak lain dan tak bukan dialah wanita yang membuat hati kecil periaku ini tersiksa akan gauman cinta ,,,,tak lain dialah nailah* ( Nama Samaran ) ” Aduh ,,, putra ko’ kelihatan lesu gitu ,, emangnya ada apa ? mungkin aku bisa bantu “ ,,,, da usah di bantu mendengar suara mu pun sepertinya sudah membuat badan ini terasa segar kembali ,,,, jujur sebenarnya aku ingin ngomong seperti itu namun kepengecutan ku masih belum bisa ku kalahkan dan terpaksa ku jawab dengan bahasa ku ,,, “ Da’ apa ko’ “ ,,,, singkat , jelas namun penuh penyesalan ,,,, “ Ya udah kalau putra da’ mau ngomong , istrahat saja kalau butuh bantuan minta saja kepada ku “ ,,, dengan langkah kecilnya dia pergi menin ggalkan ku ,,,, dan aku masih terlalu pengecut untuk menahannya ,,, ku tarik nafas dalam – dalam ,,,, “ khhhhuuuutttt “ lalu ku benturkan pelan kepalaku kemeja ,,,,,,
Nailah nur ismi iskandar itulah nama lengkapnya seorang wanita yang anggun, elok dan bersahaja , dan taukah kau kawan aku sudah bisa menebak bawa ibunya pastilah penjual bunga Karena setiap kami bertemu hati ku selalu serasa penuh dengan bunga – bunga ,,,,,,
Di tengah semua imainasi pendefinisian tentang dia 2 orang peria menyeretku keluar kelas yang satu bertubuh besar dan satu lagi sedang ,,,salah seorang menatap pelan mataku kemudian berbisik halus “ di luar ada demonstrasi , ayo ikut “ ,, tak lain dan tak bukan dialah ketua angkatanku YUSUF atau biasanya kami panggil “ Uccup “ dan teman akrab Ku bernama lengkap khaerun hidayat entahla kenapa orang ini malah di panggil “ YUYUN “ ,,,,, tampa pikir panjang ku acungkan jempol lalu berkata “ Semua hal dalam hidupku bisa di tunda kecuali menyuarakan suara rakyat “ , yuyun tersenyum halus ia membalas “ ok kesatria siapkan dirimu kita akan berangkat bebrapa menit kedepan “ ,,, ku balas dengan senyuman ,,, ku pasang skrap yang selalu standby di kantongku ku ikatkan di bawah kelopak mataku sehingga menutupi sebagian wajahku dan kami pun berangkat ,,,
“ Dibalik jas oranges yang sering kami pakai yang sudah semakin agak hitam oleh asap kendaraan , tak perna ada sedikit pun kata gentar untuk menyuarakan keadilan
Biarpun terkadang matahari tak bersahabat memanaskan setiap inci dari tubuh kami namun kami yakin kaum yang kami bela lebih tersiksa akan panasnya matahari karena tidak punya sebuah atap untuk menaungi mereka ,,,,,,,,,
Biapun terkadang jika hujan turun , kedinginan seakan menyerbak di tubuh kami tapi kami yakin kaum yang kami bela lebih tersiksa akan kedinginan, karena tidak punya sebuah kain untuk menyelimuti tubuh mereka setiap malam dari kedinginan,……….
Itulah mereka kaum yang kami bela , kaum yang selalu menguatkaan kami untuk selalu berderi tegak pada sebuah tepat yang kami namakan kebenaran ,,,,,
Itulah mereka kaum yang kami bela , kaum yang selalu menggetarkan hati kami untuk berteriak lebih keras meneriakkan keadilan ,,,,,,
Itulah mereka kaum yang kami bela ,,, kaum yang tertindas itu ,,,, kaum miskin itu ,,,, kaum yang hanya meminta sesuap nasi ,,,, kaum yang hanya meminta setitik keadailan ,,, kaum yang hanya meminta lepas dari ketertindasan ,,,,
Kenapa harus kami yang membela mereka ?? kenapa harus kami yang memperhatikan mereka ??? kenapa harus kami yang berkorban demi mereka ??? ,,,,,, karena kami adalah Agent Of Change ,,,,,,,,”
Itulah sepenggal perjuangan kami untuk mencari sebuah ke adilan di tanah yang kita cintai ini yang semakin hari semakin susah untuk mecari keadilan ,,, inilah kami kawan ,,,pejuang berjas Almamater Orange ,,,,,,,,,,
Dan tak terasa waktu semakin cepat berputar di Makkassar matahari mulai terbenam di ufuk barat menyisahkan kami dan segala lelah yang telah kami porsir ,,, terduduklah 3 orang pejuang mengistrahatkan tubuhnya di sebuah warung sederhana milik seorang bapak tua sudah renta di makan usia , tubuhnya kurus , pandangannya sayu , dan harus menghabiskan masa tuanya di warung sederhanan ini ,,, inilah salah seorang yang kami bela ,,, kaum miskin ,, kaum tertindas ,,,, “ Khuuuftttt seru’ juga aksi hari ini ya ? “ ,,,, yuyun membuka pembicaraan ,,,, “ Begitulah ,, sampai – sampai jalan pettarani berubah warna jadi oranges ,, “ ,,, uccup melanjutkan,,, “ Mudah – mudah apa yang kita suarakan hari ini cepat terdengar oleh pemerintah “ ,, “ Amin “ jawab yuyun ,,, sementara ke 2 sahabat ku itu saling bertukar pikiran ,,, aku terdiam menikmati suasana malam ini sambil memandangi bulan yang tampak indah ,, sebuah perasaan tiba – tiba bergumayah untuk timbul ,,,dan perasaan itu menghantarkan ku untuk menggambar sebuah raut wajah di pikiran ku menikmati semua elok pesona wajahnya di batas pikiran ku ,,, Naila nur isma iskandar kembali membuat ricuh di kepala ku ,,, seakan sekarang aku sedang bertempur dengan rasa kepengecutanku ,,,, “ Oi oi oi ,,, ada apa ini kau terdiam membisu gini ?? “ yuyun imajinasiku kembali dengan pertanyaannya ,,, “ Da’ ko’ “ jawab ku singkat ,,, “ aduh pasti lagi – lagi kau menghayalkan pujaan hati mu , Naila khan ? “ Uccup beropini ,,,, entah dari mana dia tau tapi aku tidak semudah itu di perdaya “ Ah kau itu sembarang saja ,, “ ,,, “ Putra satu angatan itu sudah tau bahwa kau suka naila bahkan mungkin naila sendiri sudah tau kau suka dia ,, sudah tembak saja ,,, “ Yuyun menambah ,,,, ku hanya bisa terdiam dengan coletehan mereka sebenarnya aku juga sudah cape mencintai dengan cara begini ,,,, tersiksa akan semua perasan yang tertahan ,,, sepertinya betul kata yuyun aku harus mengungkapkannya ,,,,, dan sepertinya ku pilih surat untuk mengungkapkannya ,,,,
Sesampai ku di rumah tampa pikir panjang lansung saja ku rebahkan badan ku dan ahirnya tertidur , aku lupa untuk menulis surat kepadanya baru lah aku ingat ketika bangun dan lansung saja ku ambil kertas sebuah pulpen dalam hati ku berkata “ Aku harus manyelesaikannya malam ini “ dan kutulislah bebrapa kata yang curahan hati ku kepadanya ,,,,
For : Naila nur ismi iskandar
ku terbangun di pagi yang sepi ,, dimana semua hal yang dapat memberiku senyuman melangkah pergi bersama semua imajinasi ku ,, di sini , di ruangan sempit ini , ku pandangi sebuah jas orange tergantung kusut di balik pintu ,,, ku teringat pada sosok seorang gadis manis yang perna memberiku senyuman yang sangat berarti ,, ,
di sini di rungan sempit ini ku putar balikkan semua memory rekaman dirimu di kepalaku ,,, entah kenapa hati yang tadinya tertutupi debu – debu penyesalan seakan di bersihkan oleh semua rindu yang telah kau berhasil isi di memory otak priaku ini ……
Rindu tentang dirimu yang ku coba ku kurung rapi dalam sangkar ingatan ku ,,,
Jelas ,, jelas sekali ,,, teringat bagaimana anggunnya dirimu mengenakan jas orange itu , cara mu tersenyum dengaan jas orange itu ,, cara mu berjalan dengan jas orange itu ,,, cara mu memandang dengan jas orange itu ,, cara tersipu malu mu dengan jas orange itu ,,,
Seakan di kepalaku hanya berisi tentang mu dan jas oranges itu ,,,,
Ingatanku tentang dirimu menarik ku kembali pada tanggal 25 september 2010 ,, sabtu pagi yang indah ,,, sangat pagi ,,, kau tepat berada cukup jauh didepan ku ,, duduk sambil bersenandung manis dengan jas orangesmu , seakan hari itu semua alam semesta jadi penonton ,, alam semesta tercengang melihat mu ,,, menikmati suara indahmu , suara indah yang sangat dapat membuat seribu lilin kecil dalam hati ku yang tetutupi ke gelapan ,,
Ku hanya bisa terduduk ,, terdiam ,, terpaku sambil merekam semua melody , syair yang keluar dari mulut mungil mu dan menyimpannya dalam sudut otak ku yang tak akan perna bisa digangagu oleh apa pun ,,
Kulihat kau memandang jauh di luar sana ,,, sambil bersenandung menatap rintik hujan yang perlahan turun ,, namun satu hal yang tak pernah kau tau ,,, bukan kau yang menikmati suasana alam sabtu itu ,,, tapi alam yang menikmati ke indahan mu ,, suara indah mu , mata indah mu dan gerak ritmis indah mu ,,, kaulah yang sebenarnya jadi bintang terang pagi itu ,,, bintang yang sangat terang ,,, bukan bintang tapi lebih jauh dari pada itu ,,, bidadari itulah kata yang sangat cocok ,,, bidadari pagi ,,, bidadari pagi ku.
Bidadari pagi ku , ada satu yang ingin ku berikan kepadamu ,, tapi mungkin sudah agak kusut , karena itu sudah ku simpan lama , lama sekali ,,, tak perna ada satu pun wanita yang mampu mengambilnya ,, itu adalah hati ku ,, cinta ku ,,, mau kah kau menerimanya ???? Maukah kau jadi kesasih ku ??
Dan ku pilihla yuyun untuk menyampaikan surat ku kepadanya namun setelah hari penyampaiaan surat itu balasan surat yang kuharapkan tak perna datang bahkan sampa 2 minggu berselang menyisahkan ku dengan sluruh penyesalan , akhirnya ku pilih untuk berbicara 4 mata dengannya ,,,
Di hari yang tepat yang telah ku pilih biar pun hari ini nampa cuaca tidak bersahabat ,,,, naila berjalan perlahan keluar dari kelasnya ,, aku yang dari setengah jam menunggu disini menghampirinya kemudian berkata “ Bolehkah kita berbicara ?? “ tampa memperdulikan ku naila menundukkan kepalanya kemudian berjalan kembali ,, tampa menyerah kembali ku mengejarnya dan ku ajaknya bicara “ Naila kita harus selesaikan ini , ku mohon jangan buat ku aku gunda “ ,,,, tiba – tiba naila berhenti kemudian keluar suara halusnya “ Maaf Putra bukannya aku tidak suka dengan mu tapi ,,,,, aku tidak suka dengan idesalismemu yang menghabiskan waktu mahasiswa dengan turun kejalan dan mengejar keadilan yang abstarak ,,, kau hanya menyia - nyiakan waktu mu,,, “ sambil mengangkat jari manisnya yang telah bertahta kan sebuah cincin yang indah naila melanjutkan “ Dan seseorang telah jadi kekasih ku dia sekarang kuliah di Malaysiadan kami baru jadian 2 hari yang lalu ,,, Maaf ,,, “ tampa memperdulikanku kembali yang di penuhi dengan banyak pertanyaan dia meninggalkan ku disini ,,,,,,,,,
Seakan sekarang aku di cekik denga idealisme ku sendiri di sini di kamarku sekakan menjadi pertarungan antara cinta dan perjuangan ku selama ini ,,, hati ku terasa kacau ,, lidah ku terasa lepuh ,,, dan ahirnya ku pilih untuk tidak berjuang lagi ,,,, tidak turun aksi lagi ,,, jas oranges yang biasanya menggantung di kamarku sekarang kugulung rapi ku simpan di lemari dan skrap yang biasany stanby di kantongku sekarang ku simpan di laci meja belajar ku ,,, hidup ku sangat berubah setelah hari itu ,,,,
Hari – hari ku habiskan dengan hal – hal yang simple ,,, pergi kuliah ,,pulang kuliah ,, rumah ,, kerja tugas ,, pergi kuliah ,,, pulang kuliah ,,, rumah ,,, kerja tugas ,, pergi kuliah ,, begitulah seterusnya , namun di tengah istrahatku hari itu di depan perpustakaan kampus sendiri membaca sebuah buku statistic dan 6 orang yang sangat ku kenal mendekati ku dan mereka pun berkata , “ hei sepertinya ada harimau yang sudah ompong disini “ ,,, “ Mana teriakan mu bocah tentang keadilan” ,,,, merek aadalah para sahabatku ,,, Yuyun ,, uccup ,, rusdi ,, P – man ,,, Sila ,,,dan Adi ,,,, Aku hanya bisa diam ku teruskan membaca , adi menarik ku “ Ayo berdiri jangan pengecut besok ada aksi besar ayo kita persiapkan ke ikut sertaan kita sekarang “ ,, ku kembali diam “ ayo lah “ rusdi menambahkan ,, dan tiba – tiba ku berdiri dan berteriak “ sudah cukup aku sudahi ini semua aku tidak mau ikut aksi lagi kalian pergi dengan diri kalian sendiri !!!” tiba tiba melayang sebuah pukulan dan mendarat tepat di pipi kanan ku “ Bodoh mana idealism yang dahulu kau pegang mana spirit kemahasiswaan mu yang kau pegang ,,, ha ??!!! mana putra yang dahulu berdiri tegak bersma kami untuk meneriakkan keadilan ,, kau bukan putra kau Cuma seorang pengecut !!!!! “ yuyun naik pitam ,,, teman – teman lainnya mencoba menahan yuyun melakukan hal yang di luar kendalinya “ ya sudah kalu itu mau mu ,, ayo kita pergi ,, dan sedabaik sekarang jangan sebut dirimu mahasiswa lagi putra !!! kau kira kami tidak tau kejadiaan penembakan mu dengan naila ,, jangan sampai hanya wanita yang mebuat kau lupa akan ajalan mu sendiri !!! “ setelah adegan panas itu mereka pun pergi ,,, meninggalkan diriku disini dan sebuah luka memar di pipi ,,,,
Setelah selesai kuliah kembali ku kerumah ,,,,, ku rebahkan seluruh badan ke tempat tidur kemabali kamar ini menjadi tempat bertarungnya idealisme dan rasa cinta ku ,,, pertarungan yang sangat heboh bahkan sampai – sampai aku harus memukul kepala ku sendiri ,,, di tengah semua itu ,, kulihat sebuah buku di atas meja ku ,, buku yang sudah lama sekali tidak ku sentuh setelah ku pinjam dari teman ku iin atau biasa di panggil iin mermud ( merah muda ) karena ia suka sekali warna merah muda ,, “ Jalan cinta Para pejuang “ penulisnya adalah salim A.Fillah dari pro- u Media ,,, ku baca demi sepenggal kata dalam buku itu :
“ Karena kebenaran di takdirkan untuk menang , karena kita ingin senang tiasa bersamanya , karena permusuhan niscaya dengan kebhatilan . Kalau iman kami dianggap kesalahan , semoga kami di karunia kesabaran . hingga syahid sebagai sorang muslim yang berserah pasrah “
“ Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat : kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan , atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdirnya sebab di sini kita justru sedang melakukan sebuah “ Pekerjaan Jiwa” yang besar dan agung : MENCINTAI -M.Anis Matta-
“ Jangan kalian berhenti lemah mengejar musuh . Jika kalian merasa sakit maka kalian menanggungkansakit pula sebagaimana kalian derita . Dan kalian mengharap dari Allah apa yang mereka tiada harapkan “ Q.s. An nissa’ [4]: 104
Esoknya dimana beberapa orang di depan Universitas sudah berkumpul terlihat pula disana para sahabat ku sedang merangkul seseorang dan orang itu bernama Putra sepertinya perang idealisme kemarin dan sebuah buku yang sangat inovatif mengubah pemikiran ku akan hidup dan dalam hati ku berkata “ Tak akan perna lagi dalam hidupku , cinta mengekangku untuk meneriakan keadilan di Negeri ini !!!!!”