oleh Putra pada 11 Desember 2010 jam 17:21
Hujan pelan turun di kota Makassar .,,,,
Semerbak dingin menutupi seluruh tubuh ku ,,,,
Dan ruang kosong itu pun semakin jelas terasa ,,,,
Ruang kosong di hatiku ,,,,
Entahla ,,,,,
hujan ini atau dirimulah yang menjadi alasan ku merasakan ke kosongan ini ,,,
atau memory dirimu dan hujan ,,,,,
21 September 2010 ,,,
masih teringat jelas hari itu ,hari dimana hujan membasahi kita berdua ,,,,
Masih teringat benar kau duduk manis di belakang ku ,,
Ku bonceng dengan motor usang ku ,,,,
Dan hujan yang derasnya turun tak menahan kita untuk ke sudiang sisi kota makassar yang lain ,,,,,
Kau bercerita banyak tentang hidup mu dan dirimu ,,,,
Kau bercerita bertahtakan tetesan hujan yang mewarnai wajah mu ,,,
Banyak ,, banyak sekali tetesan hujan hari itu di wajah mu ,,,
Ada tetesan hujan yang jatuh pelan dari kelopak mata sayu mu ,,,,,
Sangat pelan Seakan tetesan hujan itu tak mau meninggalkan kelopak matamu ,,,,
Ada tetesan hujan yang tertahan di alis matamu ,,,,,
Tetesan hujan yang kecil namun sangat berkilau seakan kilauannya adalah tanda betapa senangnya tetesan hujan itu berada di alis mu ,,,,,
Ada pula tetesan hujanyang dengan nakalnya meluncur pelan di pipi merah kemerahanmu , seakan tetesan hujan itu menikmati lembut pipi mu ,,,,,,
Biarpun mata indah elok mu agak lusuh menahan dingin hari itu ,,,
Dan senyuman indah mu membeku tertahan dingin ,,,
Namun 1 hal yang pasti kau sangat indah dengan semua tetesan hujan itu ,,,
»» Baca lebih Lengkap...
Hujan pelan turun di kota Makassar .,,,,
Semerbak dingin menutupi seluruh tubuh ku ,,,,
Dan ruang kosong itu pun semakin jelas terasa ,,,,
Ruang kosong di hatiku ,,,,
Entahla ,,,,,
hujan ini atau dirimulah yang menjadi alasan ku merasakan ke kosongan ini ,,,
atau memory dirimu dan hujan ,,,,,
21 September 2010 ,,,
masih teringat jelas hari itu ,hari dimana hujan membasahi kita berdua ,,,,
Masih teringat benar kau duduk manis di belakang ku ,,
Ku bonceng dengan motor usang ku ,,,,
Dan hujan yang derasnya turun tak menahan kita untuk ke sudiang sisi kota makassar yang lain ,,,,,
Kau bercerita banyak tentang hidup mu dan dirimu ,,,,
Kau bercerita bertahtakan tetesan hujan yang mewarnai wajah mu ,,,
Banyak ,, banyak sekali tetesan hujan hari itu di wajah mu ,,,
Ada tetesan hujan yang jatuh pelan dari kelopak mata sayu mu ,,,,,
Sangat pelan Seakan tetesan hujan itu tak mau meninggalkan kelopak matamu ,,,,
Ada tetesan hujan yang tertahan di alis matamu ,,,,,
Tetesan hujan yang kecil namun sangat berkilau seakan kilauannya adalah tanda betapa senangnya tetesan hujan itu berada di alis mu ,,,,,
Ada pula tetesan hujanyang dengan nakalnya meluncur pelan di pipi merah kemerahanmu , seakan tetesan hujan itu menikmati lembut pipi mu ,,,,,,
Biarpun mata indah elok mu agak lusuh menahan dingin hari itu ,,,
Dan senyuman indah mu membeku tertahan dingin ,,,
Namun 1 hal yang pasti kau sangat indah dengan semua tetesan hujan itu ,,,